Salut utk mas Tony Q

Salut utk mas Tony Q

Minggu, 10 Juni 2007 (15:00-18:30 wib)

Kesan pertama kali bertemu dengan mas Tony Q, jika dijabarkan adalah
seorang musisi yang low profile dan penuh dedikasi terhadap
perkembangan dan evolusi musik Reggae di Indonesia.

Kita dari www.indoreggae.com (Firama & Tondy) diskusi panjang
tentang musik Reggae di Indonesia bersamanya sambil makan pecel. Kami
kagum dengan eksistensi dan pemahaman esensi dari pesan musik Reggae
yang dia implementasikan dalam kehidupan nyata yaitu: Salam Damai…

Memang seru dan asyik, kita juga sangat menyayangkan ketika dia
bercerita tidak dapat visa untuk event Reggae di New York, karena dia
memang sosok musisi Reggae Indonesia yang tepat sebagai duta Reggae
Indonesia di mata dunia.

Salut untuk mas Tony Q…kita pasti ke Reggae Sundance Festival 2008
The Netherlands dengan didukung doa dari semua masyarakat Reggae
Indonesia…

Maju terus Reggae Indonesia..!

OneLoveOneSoul

9 Responses to “Salut utk mas Tony Q”

  1. Koecay Says:

    yaaaaaaaaa maaaaaaaan

  2. ben Says:

    salam damai buat semua yang suka damai……….reggae musikku..buat musisi reggae indo,terus berkarya indah..jangan biarkan musik reggae dipandang musik musiman..peace, love and respect….

  3. AnDiE Says:

    Kalangan musisi yang bergelut di aliran musik reggae menyayangkan kaum pecinta reggae yang tidak mengerti makna sesungguhnya, musik yang satu ini. Mereka berharap, para pecinta reggae menghayati makna terdalam dari musik yang satu ini agar aliran ini tidak dimanfaatkan untuk menjaring kaum remaja ke arah yang negatif.

    Saat ini banyak penggemar reggae yang menamai diri rastaman, tetapi menjalani gaya hidup yang seenaknya, yang bertolak belakang dengan pandangan penganut rastafari. Padahal, meski berasal dari kawasan yang sama, reggae dan rastafari merupakan dua hal yang berbeda

    Minimnya informasi mengenai esensi dari reggae dan rastafarian membuat pengertian antar keduanya menjadi tumpang tindih. Bahkan, ada orang yang menggunakan kata rasta sebagai kata ganti untuk mariyuana, atau ganja

    Jika diamati, para musisi reggae memang punya simpati kuat pada kaum rastafarian. Karena itu, mereka keberatan jika reggae dikonotasikan identik dengan kehidupan yang negatif.

  4. AnDiE Says:

    Kalangan musisi yang bergelut di aliran musik reggae menyayangkan kaum pecinta reggae yang tidak mengerti makna sesungguhnya, musik yang satu ini. Mereka berharap, para pecinta reggae menghayati makna terdalam dari musik yang satu ini agar Coffee and Jazz is like Marijuana and Reggae

    Minum kopi…. semakin lama menikmatinya semakin tahu rasanya bahwa kopi itu benar-benar emas hitam yang lezat.

    Menghisap ganja…. semakin dalam menghisapnya semakin tahu rasanya bahwa kesenangan sintetis itu lama-lama mengasyikkan.

    Semakin lama minum kopi semakin malas menggunakan gula. Di dalam kepahitan kopi hitam itu tersimpan rasa yang eksotik, rasa yang membumi, rasa yang bersahaja…. rasa tanah yang sederhana. Seperti kehidupan ini yang terasa pahit tapi sangat lezat..
    Ganja juga begitu… dalam dosis yang tepat bisa menjadi bumbu makanan yang lezat. Bahaya? Ah, belum tentu. Belanda yg negaranya puluhan kali lebih maju melegalkan ganja. Lebih bahaya lagi candu-candu yang menghisap sendi-sendi moral, lebih bahaya lagi candu yang menjadikan ketergantungan korupsi - kata lain untuk merampok, nyolong dan mencuri hak rakyat.
    Menikmati kopi yang bersahaja dan mendengarkan slow jazz yang akrab juga sama nikmatnya dengan menghisap ganja dan menikmati alunan reggae yang membuai jiwa dan pikiran.
    Tulisan ini bukan berarti ganja tidak berbahaya, bahaya juga jika dikonsumsi berlebihan. Tapi segala sesuatu yang berlebihan memang berbahaya bukan?(termasuk juga cinta yang berlebihan) Kopi jika diminum berlebihan akan mengakibatkan jantung berdegup keras, lebih keras dari lari marathon, lebih keras dari gemuruh Star Destroyer membelah galaksi, lebih keras dari petir yang menyambar tiang tanpa penangkal petir. Ganja mengakibatkan pemakainya lapar, yang tidak terbiasa dengan kopi juga mengakibatkan kepala pusing, perut kaku, deg-degan, disorientasi kadang-kadang.
    So.. what’s the big deal? SBY juga boleh ngebaks kalo mau, menteri-menteri itu juga boleh beli gocapan, dibaks rame-rame bareng kabinet-kabinetnya. Really, kami tidak perduli Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya pesta ganja, selama kemiskinan berkurang, pendidikan semakin murah dan mudah, transportasi umum aman dan nyaman, korupsi menghilang, lingkungan aman dan nyaman.
    Dengarkanlah jazz atau reggae, sama saja. Minum kopi atau ngebaks, sama saja. Keduanya memang berasal dari tempat orang-orang kecil yang bersahaja. Keduanya juga musik minor pada awalnya dan kedua jenis zat itu juga sama-sama tumbuhan (100% HERBAL).
    I do pot and coffee, but pot is better than corrupting your heart and soul. Drink bitter coffee so you’ll know what it feels like to be happy in your loneliness.
    _________________
    Di laut kita jaya, di angkasa kita perkasa, di darat kita ngelaba

  5. Rudista marley Says:

    woiyoooooooooooo
    gw anak
    RASTAFARA MADIUN JAMAICA
    sngt slut ama bang toni Q
    atas perjuangannya untuk musik
    reggae,sukses selalu ya buat
    bang toni Q

    majulah trus musik reggae ku
    di bumi pertiwi ini

    ONE LOVE-ONE SOUL
    PEACE LOVE

  6. Dabo Says:

    Uyyeee….!!!!
    iYoMan…Guw Juga BenEr” saLuTtt…. Ma TonY Q…..
    Si Anak KamPunG YanG BenEr” MenGgAuLi MuSiC RaGgAe Ini..!!!
    YanG LebIh GuW SaLuT…DaLam LyRiC” yAnG Dy BuaT SeLaLu POSITIF
    MisAL nYA RAGGAE GAQ HARUS NGEGANJO!!!!!
    DeNgAn Ada NyA ToNyQ Di InDonESiA iNi….MudAH” Nak RaGgAe Di SeluRuh InDonEsiA GaQ MEniLai RaGgAe Adalah MuSic POsITiF YanG Di IriNgi DenGaN GANJA!!!!Atw YanG bIasA Di SEbuT ACEH!!!!!

  7. cbox Says:

    slam damai mas tony n sluruh pecinta reggae.
    dengan reggae kita damai, ‘bagai siraman hujan di musim kemarau’

    Let’s Flow Slow,

    Rafif Jemika Putra

  8. Haimi Says:

    salam damai..

  9. accounting software Says:

    accounting software
    Nice Site.

Leave a Reply